Tampilkan postingan dengan label Seputar Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2016

Misteri Tentang Ka'bah Yang Menggegerkan NASA

Astronot Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, "Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?."
misteri-kabah-di-mekkah-y.jpg

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Makkah, tepatnya berasal dari Ka'Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung). Hal ini terbukti ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka'Bah di planet Bumi dengan Ka'bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama 'Zero Magnetism Area', artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka'bah, maka seakan- akan diri kita di-charge ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah museum di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka'bah ) dan pihak museum juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda yg artinya :
"Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam."

Semoga artikel diatas bisa bermanfaat dan menambah iman kita kepada Allah SWT. :)

Selasa, 14 Juni 2016

Tanda-Tanda Akan Datangnya Malam Lailatul Qadar

Assalamua'laikum wr. wb.

Lailatul Qadar atau Lailat Al- Qadar atau malam ketetapan adalah satu malam yang penting yang terjadi pada bulan ramadhan, yang dalam Al-Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Lailatul Qadar juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al-Qur’an.

Doa malam lailatul qadar :
doa-lailatul-qadar.jpg

‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku.”

Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailat Al-Qadar itu, terjadi pada 10 malam terakhir bulan ramadhan.

Hal ini berdasarkan Hadist dari Aisyah yang mengatakan :

” Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadan dan beliau bersabda, yang artinya : “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon” (HR: Bukhari dan Muslim).

Tapi tahukah Anda mengenai tanda-tanda malam Lailatul Qadar itu akan datang???

Berikut adalah beberapa tanda yang pernah digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa hadistnya :

1. Udara & suasana malam yang tenang.
malam-yg-tenang.jpg

Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.”

2. Cahaya matahari melemah keesokan harinya, bersinar cerah tapi tidak kuat.
matahari-esok-yg-merah.jpg

Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.”

3. Bulan nampak separuh bulatan.
gerhana-bulan.jpg

Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur :
Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam.
Beliau berkata ;
“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.”

4. Malam yang terang, tidak dingin, tidak berawan, tidak hujan, tidak panas, tidak ada angin kencang, dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan binatang (lemparan meteor bagi setan). (maaf judulnya panjang buangeett :P)

keindahan-malam-hari-yg-c.jpg

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“ Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

5. Dahi kita berkeringat saat sedang sholat.
Tanda ini aq dapat dari guruku saat mengisi acara pesantren kilat di sekolahku. Tapi tanda ini tidak dijadikan sebagai patokan wajib ya.

6. Terkadang malam itu sampai terbawa kedalam mimpi.
Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum.

7. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

Kebaikan yang turun pada malam itu, ibarat hujan yang turun dari langit ke semua permukaan bumi. Ketika itu ada manusia yang membawa payung untuk menolak air agar tidak basah. Ada manusia yang bersembunyi dirumah, mengamati cuaca dan diam menanti hujan reda. Ada manusia yang menyediakan ember untuk menampung air hujan (ada yang teliti dan ada yang tidak teliti dalam menyiapkan ember tsb). Ember yang sudah penuh tentunya tidak dapat menerima curahan air hujan, ember yang kosong dan kotor ternyata dapat menampung air hujan akan tetapi yang ditampung akan sia-sia.

Ember yang kosong dan bersih serta ditempatkan pada tempat yang tepat baru dapat menampung air hujan dan airnya dijaga hingga dapat bermanfaat.

Kesimpulan :
siapa yang dapat menerima kebaikan di malam “seribu bulan”, yaitu siapa-siapa yang telah menyiapkan dirinya (hati, pikiran, ucapan, tingkah laku dan puasa dalam keadaan sempurna (“ibarat membuat ember kosong yang bersih”).

kemudian di tempat bersujud dimalam lailatul qadar, menanti dan berharap, berjaga-jaga. Insya Allah kebahagiaan untuk mereka semua, damai haru dan bahagia bertemu dengan para malaikat dan para ruh, salam sejahtera untuk mereka dan untuk kita.

Semoga kita bisa mendapatkan Kebaikan Malam Lailatul Qodar ini, Amin ya Rabbal A'lamin.

Wassalamua'laikum wr. wb.

Selasa, 07 Juni 2016

Bukannya Allah Tak Sayang Pada Kita Tetapi....???

kisah-islami-penuh-hikmah.jpg

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Masih pada kuat ngga nih puasanya?? :? Aq harap sobat semua pada kuat ya, soalnya ini kan masih pagi menjelang siang :)

Kali ini aq akan menjawab terusan kata Tetapi....??? sesuai judulnya tadi melalu sebuah cerita yg menginspirasi gan :)

Berikut adalah kisahnya :

Di suatu siang yang panas sambil ditemani kipas angin kecil terjadilah obrolan antara si tukang cukur dengan salah satu pelanggannya yang ingin mencukur rambutnya. Pelanggan yang sedang dicukur itu Umar, salah satu alumni sebuah Pesantren ternama. Semakin lama mereka mengobrol makin asyik mulai dari membicarakan hal-hal yang biasa hingga akhirnya si tukang cukur memulai obrolan ke seputar agama.

“Kalau menurut saya, Allah itu tidak benar-benar ada.” ujar tukang cukur memulai.

“Lho kok bisa mengatakan seperti itu pak?” Umar balik bertanya.

“Ya lihat saja kehidupan ini Mas, banyak orang yang hidupnya sengsara, penuh dengan masalah, amburadul, bahkan saking beratnya masalah itu ada yang sampai berani bunuh diri. Katanya Allah itu Maha Pengasih yang akan menolong setiap hambanya yang butuh pertolongan, nah buktinya mana mas?” balas si tukang cukur.

Sejenak Umar pun terdiam. Dia tak langsung menjawab. Bukan karena tak mampu menjawab, tapi Umar tengah mencari jawaban yang tepat buat si tukang cukur. Dia sangat ingat pesan gurunya agar bisa menyampaikan setiap hal sesuai dengan nalar lawan bicaranya, agar bisa diterima dengan baik. Seperti yang baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam contohkan saat menasehati seorang pemuda yang meminta izin untuk berzina.

Selang berapa lama, Umar belum juga mendapatkan cara yang tepat untuk menjawab. Saat Si tukang cukur hampir menyelesaikan tugasnya tiba- tiba Umar melihat seseorang tengah duduk di luar tempat cukur rambut. Penampilan dan rambut orang itu begitu acak- acakan dan berantakan. Melihat pemandangan itu akhirnya Umar mendapatkan ide untuk menjawab pertanyaan si tukang cukur.

“Nah Pak, kalau Anda mengatakan Allah itu tidak ada, maka saya juga mengatakan tukang cukur itu tidak ada.” Umar memulai kembali obrolan.

“Lha gimana sih mas ini jelas- jelas saya ada di sini, bahkan lagi mencukur rambutnya mas.”

jawab si tukang cukur yang agak kurang paham dengan perkataan Umar.

“Pokoknya saya tetap yakin kalau tukang cukur itu tak ada,” sahut Umar tetap bersikeras dengan ucapannya.

“Kalau memang tukang cukur itu ada, kok masih ada orang yang rambutnya berantakan,” sambung Umar kembali sambil menunjuk seorang yang duduk tak jauh dari tempat itu.

“Mas ini gimana sih, dia yang di sana itu maksudnya, kalau dia rambutnya berantakan ya jangan salahkan saya, tapi salahkan dirinya kenapa dia tidak mau datang ke tempat ini, coba kalau ia datang ke sini, pasti saya rapikan rambutnya.” jawab Tukang cukur dengan sedikit kesal.

“nah, dengan jawaban bapak tadi, sebenarnya bapak sudah menjawab pertanyaan bapak sendiri.” ujar si Umar.

“maksudnya mas gimana?” Tanya si tukang cukur keheranan.

“maksudnya begini pak, kalau ada orang yang ditumpuk masalah dan hidupnya begitu susah, bukan lantaran Allah itu tidak ada, tapi dikarenakan si pemilik masalah itu sendiri yang tidak mau datang menghadap Allah. Coba kalau ia mau datang, berserah diri, memohon ampun dan pertolongan, Allah pasti menolongnya,” jawab Umar mantab.

Sang Tukang cukur pun akhirnya terdiam seribu bahasa mendengarkan penjelasan Umar tersebut.

Masya Allah, seringkali ketika mendapatkan masalah kita menyalahkan Allah dan langsung bersu‘uzhon kepada Allah. Dan tidak menyadari bahwa perbuatan kitalah yang menyebabkan masalah itu datang bertubi-tubi.

coban-dari-allah.jpg

Setelah menyalahkan Allah kita lupa untuk datang kepada Allah untuk bertaubat akan dosa dan kesalahan kita serta berdo‘a memohon pertolongan kepada Allah atas masalah yang sedang kita hadapi, karena hanya kepada Allah-lah kita memohon, meminta dan mencurahkan segala permasalahan kita.

Jadi bukan Allah tak sayang dan tak ingat pada kita, tapi kita yang tidak mau berusaha untuk disayangi oleh Allah. Maka dari itu marilah kita berusaha agar menjadi seorang hamba yang di sayang Allah, dengan melaksanakan segala ketaatan yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala apa-apa yang menjadi larangan-Nya.

Dari Anas bin Malik dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
'Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman di dalam hadits qudsi yg artinya :

“Aku bergantung pada sangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku akan bersama hamba-Ku ketika ia mengingat-Ku. Apabila ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila ia mengingat-Ku di tengah orang banyak, maka Aku juga akan mengingatnya di tengah orang banyak yang lebih baik daripada mereka. Apabila ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Apabila ia mendekat kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (HR. Bukhari-Muslim)

tenang-kan-ada-allah.jpg

Gimana sobaat? :) udah tau kan sekarang :) Jadi Tenang, Kan Ada Allah :)

Kalau begitu, saya sudahi dengan bacaan Alhamdulillah :)

Barakallahu fiikum... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Senin, 06 Juni 2016

Allah Menjawab Semua Keluh Kesah Kita

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.....

Kali ini aq mau membicarakan tentang permasalahan islami, mumpung di bulan Ramadhan ini aq mau buat Artikel pertamaku seputar Agama yaitu tentang hal Allah Menjawab Semua Keluh Kesah Kita.

allah-menjawab.jpg

Pada dasarnya manusia diciptakan sebagai makhluk yang lemah, karena tergolong makhluk yang lemah maka manusia digolongkan makhluk sosial yaitu makhluk yang selalu membutuhkan pertolongan orang lain. Dan salah satu sifat buruk yang ada pada manusia adalah sifat suka berkeluh kesah.

Dalam setiap kondisi manusia selalu berkeluh kesah walaupun tidak semua manusia yang suka berkeluh kesah.

Allah Subhanahu wa ta‘ala berfirman :

ﺎًﻋﻮُﻠَﻫ َﻖِﻠُﺧ َﻥﺎَﺴْﻧِﺈْﻟﺍ َّﻥِﺇ

“Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan salat,” (QS. Al-Ma‘arij: 19-22)

Setiap manusia akan diberikan cobaan dan ujian. Dan ketika mendapatkan ujian oleh Allah Subhanahu wa ta‘ala maka manusia akan merasakan kesusahan, kegelisahan, kegalauan, serta rasa keputus- asaan yang mengakibatkan manusia tersebut berkeluh kesah. Tapi tahukah anda, dari setiap apa yang kita keluhkan atas apa yang menimpa diri kita, ternyata Allah Subhanahu wa ta‘ala telah menjawab setiap keluh kesah kita.

ketika-allah-menjawab-kel.jpeg

Ketika kita mengeluh: “Ah mana mungkin...??!”

Allah menjawab :

ُﻪَﻟ َﻝﻮُﻘَﻳ ْﻥَﺃ ﺎًﺌْﻴَﺷ َﺩﺍَﺭَﺃ ﺍَﺫِﺇ ُﻩُﺮْﻣَﺃ ﺎَﻤَّﻧِﺇ

ﻥﻮُﻜَﻴَﻓ ْﻦُﻛ

Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (QS. Yasin: 82)

Ketika kita mengeluh: “Capek banget gue....”

Allah menjawab:

ﺎًﺗﺎَﺒُﺳ ْﻢُﻜَﻣْﻮَﻧ ﺎَﻨْﻠَﻌَﺟَﻭ

"Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,” (QS.An-Naba: 9)

Ketika kita mengeluh: “Berat banget yah, gak sanggup gue rasanya menghadapi semua ini.....”

Allah menjawab:‎

ﺎَﻬَﻌْﺳُﻭ ﺎَّﻟِﺇ ﺎًﺴْﻔَﻧ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻒِّﻠَﻜُﻳ ﺎَﻟ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya....” (QS. Al- Baqarah : 286)

Ketika kita mengeluh: “Stressss nih.... Panik....”

Allah menjawab:

ِﺮْﻛِﺬِﺑ ْﻢُﻬُﺑﻮُﻠُﻗ ُّﻦِﺌَﻤْﻄَﺗَﻭ ﺍﻮُﻨَﻣﺁ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ

ُﺏﻮُﻠُﻘْﻟﺍ ُّﻦِﺌَﻤْﻄَﺗ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺮْﻛِﺬِﺑ ﺎَﻟَﺃ ۗ ِﻪَّﻠﻟﺍ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Ketika kita mengeluh: “Yahh... ini mah semua bakalan sia- sia....”

Allah menjawab:

ُﻩَﺮَﻳ ﺍًﺮْﻴَﺧ ٍﺓَّﺭَﺫ َﻝﺎَﻘْﺜِﻣ ْﻞَﻤْﻌَﻳ ْﻦَﻤَﻓ

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Al- Zalzalah: 7)

Ketika kita mengeluh: “Gila bener.....gw sendirian.... gak ada seorang pun yang mau bantuin...”

Allah menjawab:

ْﻢُﻜَﻟ ْﺐِﺠَﺘْﺳَﺃ ﻲِﻧﻮُﻋْﺩﺍ ُﻢُﻜُّﺑَﺭ َﻝﺎَﻗَﻭ

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah (memintalah) kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Al- Mu‘min: 60)

Ketika kita mengeluh: “Duh.... sedih banget deh gue...."

Allah menjawab:

ﺎَﻨَﻌَﻣ َﻪَّﻠﻟﺍ َّﻥِﺇ ْﻥَﺰْﺤَﺗ ﺎَﻟ

“Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At-Taubah: 40)

Ketika kita mengeluh: “duh gue udah putus asa banget nih...!”

Allah menjawab:

ُﺱَﺄْﻴَﻳ ﺎَﻟ ُﻪَّﻧِﺇ ۖ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺡْﻭَﺭ ْﻦِﻣ ﺍﻮُﺳَﺄْﻴَﺗ

ﺎَﻟَﻭ

ﻥﻭُﺮِﻓﺎَﻜْﻟﺍ ُﻡْﻮَﻘْﻟﺍ ﺎَّﻟِﺇ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺡْﻭَﺭ ْﻦِﻣ

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.” (QS.Yusuf: 87)

Ketika kita mengeluh: “Gue benci banget, kenapa hal ini harus terjadi dalam hidup gue.....”

Allah menjawab :

ٌﺮْﻴَﺧ َﻮُﻫَﻭ ﺎًﺌْﻴَﺷ ﺍﻮُﻫَﺮْﻜَﺗ ْﻥَﺃ ٰﻰَﺴَﻋَﻭ

ٌّﺮَﺷ َﻮُﻫَﻭ ﺎًﺌْﻴَﺷ ﺍﻮُّﺒِﺤُﺗ ْﻥَﺃ ٰﻰَﺴَﻋَﻭ ۖ ْ

ﻢُﻜَﻟ َ

ﻥﻮُﻤَﻠْﻌَﺗ ﺎَﻟ ْﻢُﺘْﻧَﺃَﻭ ُﻢَﻠْﻌَﻳ ُﻪَّﻠﻟﺍَﻭ ۗ ْﻢُﻜَﻟ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Subhanallah, ternyata keluhan kita sudah terjawab sebelum kita mengeluh. Tinggal bagaimana cara kita yang menyelesaikan permasalahan yang menjadi keluhan kita tersebut. Apakah dengan cara yang telah Allah ajarkan atau tidak. Islam selalu mengajarkan untuk tidak mudah mengeluh, karena hidup ini bagaikan roda yang berputar ada suka dan duka, sedih dan gembira, senang dan susah dan lain-lain.

Manusia itu sendiripun dilarang untuk mengeluh, karena mengeluh menunjukkan sikap tidak menerima apa yang telah Allah tetapkan atas dirinya. Semua yang terjadi atas diri kita semuanya sudah ditetapkan oleh Allah dan sudah terukur dan tepat sasaran. Karena itu mari kita jauhi sikap mengeluh, dan jika kita mengeluh segeralah untuk beristighfar dan memohon ampun. Saat kita mengeluh itu artinya secara tidak langsung kita tidak menerima apa yang telah Allah tetapkan atas diri kita. Dan kita pun dianjurkan untuk senantiasa mensyukuri setiap apa yang Allah berikan kepada kita dan semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang Qana‘ah, amiin. :)

★ KATA MUTIARA ★
Berani hidup berarti harus berani menghadapi cobaan dan ujian. Janganlah engkau takut dan gentar dalam menghadapinya, hadapi dengan benar dan tawakal. Karena setiap cobaan dan ujian sudah diukur Allah Subhanahu wa ta‘ala sesuai dengan kemampuan kita.

Allah Subhanahu wa ta‘ala berfirman yg artinya :

ﺎَﻟَﻭ ِﺽْﺭَﺄْﻟﺍ ﻲِﻓ ٍﺔَﺒﻴِﺼُﻣ ْﻦِﻣ َﺏﺎَﺻَﺃ ﺎَﻣ ِ

ﻞْﺒَﻗ ْﻦِﻣ ٍﺏﺎَﺘِﻛ ﻲِﻓ ﺎَّﻟِﺇ ْﻢُﻜِﺴُﻔْﻧَﺃ ﻲِﻓ

ٌﺮﻴِﺴَﻳ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَﻠَﻋ َﻚِﻟَٰﺫ َّﻥِﺇ ۚ ﺎَﻫَﺃَﺮْﺒَﻧ

ْﻥَﺃ ) ٢٢ ( ﺎَﻟَﻭ ْﻢُﻜَﺗﺎَﻓ ﺎَﻣ ٰﻰَﻠَﻋ ﺍْﻮَﺳْﺄَﺗ

ﺎَﻠْﻴَﻜِّﻟ َّﻞُﻛ ُّﺐِﺤُﻳ ﺎَﻟ ُﻪَّﻠﻟﺍَﻭ ۗ ْﻢُﻛﺎَﺗﺁ ﺎَﻤِﺑ

ﺍﻮُﺣَﺮْﻔَﺗ ٍﺭﻮُﺨَﻓ ٍﻝﺎَﺘْﺨُﻣ ) ٢٣ ).

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Al- Hadid: 22-23)

Sepertinya itu saja yg bisa saya posting di malam Ramadhan kali ini. Akhir kata...

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.....