Tampilkan postingan dengan label Astronomi Dan Luar Angkasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi Dan Luar Angkasa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2016

Percakapan Fiksi Antar Planet tentang Pluto

Assalamua'alaikum wr. wb.

Udah lama buaangeett nih blog ini kudet (kurang update) selama satu setengah bulan lebih. :( Baru sekarang aq punya waktu untuk update blog yg udah sunyi sepi gak keurus ini.

Ok, saatnya kita masuk ke topiknya gan. :)

Jika teman-teman adalah anak generasi 90 an, pasti saat SD kalian pernah di ajarkan bahwa planet anggota surya kita ada 9, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Iya kan sob??

Namun sekarang, Pluto bukan lagi sebagai anggota planet tata surya kita. Sejak tanggal 24 Agustus 2006, sekitar 2500 ilmuwan yang bertemu di Praha telah mengesahkan pedoman baru bersejarah yang menurunkan pangkat planet kerdil yang jaraknya sangat jauh dari matahari itu ke kategori kedua.

Para ilmuwan menyepakati syarat benda angkasa disebut planet adalah harus berada di orbit sekitar matahari, ukurannya cukup besar sehingga bentuknya hampir bulat, dan menjauhkan orbitnya dari benda-benda lain. Status Pluto diperjuangkan selama bertahun-tahun, tetapi planet itu lebih kecil dari planet “tradisional” lain dalam sistem tata surya kita. Nah, akhirnya sekarang Pluto masuk kedalam kategori asteroid ke 134340.

Kalau saja pluto adalah manusia, tentu saja ia akan menceritakan perasaan hatinya ketika ia dipecat gara-gara peraturan yang dibuat-buat. Ia dilemparkan dari gelar terhormat sebagai planet, diturunkan derajatnya menjadi asteroid 134340.

Bayangkan saja, bagaimana perasaan Pluto saat ia melangkah gontai, menundukkan kepalanya disepanjang lorong tata surya dengan perasaan campur aduk. Ketika semua pasang mata mengamatisetiap langkahnya yang berjalan menjauh … malu, terhina, terasing, marah, hancur… eh, malah jadi lebay gini sih... :mrgreen:

Lanjut cerita nih, Mata Pluto terasa panas dan rasanya ingin sekali menyumbat telinganya saat semua planet-planet mulai berbisik-bisik.

Venus :"Eh eh .. namanya diganti apa sih? Asteroid apa?"

Mars :"Duh aku lupa,hmm... asteroid 13… apa gitu.. susah nyebutnya. Tanya bumi deh!"

Bumi : "Asteroid 134340… di bumi sih 13 itu angka sial, haha!"

Merkurius : "Hhhh (menarik napas panjang) Pluto yang malang! Makanya jangan jauh-jauh dari matahari".

Jupiter : "Muahahahaa...!! (tertawa mengejek)…… badannya kecil sih. Dasar planet kurang gizi".

Saturnus : "Makanya upgrade penampilan dong, jangan kampungan begitu. Contoh dong aku, merawat diri. Lihat deh cincinku kian hari kian mengkilap".

Neptunus : "Gimana tidak ditendang sama ilmuwan? Ngorbit saja ugal-ugalan. Masa sampai nyerobot orbitku kayak gitu? Coba kalau kami sampai tabrakan, aku sih tidak akan kenapa-napa, diayang bakal hancur lebur!!".

Mars :"Mungkin dia mau cari sensasi kali."

Uranus : "Aku juga mengorbit dengan cara berbeda. Aku menggelinding berputar, tapi aku tidak akan memotong orbit planet lain"

Jupiter : "Nep, kalau dia memotong orbitmu lagi, ambil saja jadi satelitmu!".

Neptunus : "Apa? Jadi satelitku? Mimpi apa dia ? Ihhh…" (mencibir jijik).

#Save_Pluto #Poor_Pluto

Kasian ya klw kita yg jadi Pluto... :(

Sekian cerita fiksi di Postingan awal kali ini. :) Ambil hikmah dan sifat positifnya aja ya gan, yg negatif buang jauh2 Okay... ;)

Sekian dan Wassamaua'laikum wr. wb.

Jumat, 17 Juni 2016

Misteri Tentang Ka'bah Yang Menggegerkan NASA

Astronot Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, "Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?."
misteri-kabah-di-mekkah-y.jpg

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Makkah, tepatnya berasal dari Ka'Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung). Hal ini terbukti ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka'Bah di planet Bumi dengan Ka'bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama 'Zero Magnetism Area', artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka'bah, maka seakan- akan diri kita di-charge ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah museum di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka'bah ) dan pihak museum juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda yg artinya :
"Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam."

Semoga artikel diatas bisa bermanfaat dan menambah iman kita kepada Allah SWT. :)

Rabu, 15 Juni 2016

Ini Akibatnya Jika Bumi Tidak Memiliki Bulan

bumi.jpg

Pernahkan kalian membayangkan apa jadinya jika Bumi yang kita diami ini tidak memiliki Bulan...??? :?

Tidak hanya sebatas menjadi acuan perhitungan waktu bagi masyarakat di Indonesia dan dunia (kalender Hijriah), keberadaan Bulan sangatlah penting bagi kehidupan umat manusia. Bulan sendiri dulunya berasal dari Bumi dan merupakan bagian dari Bumi. Hal itu diungkap oleh Lunar and Planetary Institute.

Saat Bumi masih berupa bayi lava cair berusia 30 juta tahun, ada sebuah impactor besar yang menghantam bumi. Akibatnya, beberapa bagian dari Bumi terlepas dan meninggalkan intinya.

Kemudian, impactor raksasa yang menghantam Bumi tersebut menyatu dengan mantel panas dan akhirnya membentuk Bulan. Sekitar 1 miliar tahun yang lalu, Bulan-pun berhenti aktif secara geologis dan akhirnya menjadi satelit alami Bumi hingga saat ini.

Yang menjadi pertanyaannya kemudian, apa akibat jika Bulan meninggalkan Bumi atau dengan tiba-tiba menghilang...??? :?

Tentulah tidak akan ada lagi sistem perhitungan kalender 12 bulan seperti saat ini (Tahun Hijriah), dan yang pasti, pepatah lama “Bagai pungguk merindukan Bulan” tidak bisa lagi dipergunakan.

Hanya itu saja...??? :?

Tentu saja tidak! Berikut beberapa penjelasan ilmiah betapa fatalnya akibat yang terjadi jika Bumi tidak ada Bulan bagi kehidupan :

1. Akibat pertama jika Bumi tidak ada Bulan adalah, bumi akan berputar hanya dalam waktu 6 jam saja dalam 1 hari, tidak seperti 24 jam seperti saat ini. Mengapa?, karena Bulan diketahui membantu memperlambat proses rotasi (putaran) Bumi.

2. Yang kedua, tanpa Bulan kita akan meluncur dari tegak kesamping. Mengapa?, hal itu disebabkan karena Bulan menpengaruhi sumbu Bumi. Adanya bulan, bisa menstabilkan kita agar selalu berada pada posisi yang baik di 23 derajat tilt yang secara otomatis juga akan mempengaruhi musim di bumi. Jika kita berada mendekati posisi nol derajat tilt maka kita dipastikan hampir tidak akan melihat beberapa menit dari Matahari seperti yang terjadi di Planet Uranus. Atau jika kita berada pada kemiringan 97 derajat, kita mungkin akan berada dalam 42 tahun secara terus menerus dari sinar Matahari dan dalam kegelapan selama 42 tahun.

3. Akibat yang ketiga jika Bumi tidak ada Bulan adalah terjadinya perubahan pasang surut air laut. Jika itu terjadi maka gelombang laut akan berukuran sepertiga dari gelombang laut yang ada saat ini. Meskipun Matahari dikatakan bisa mengambil alih perubahan pasang surut yang terjadi dilaut, namun karena berbagai faktor, tidak cukup memiliki tarikan seperti halnya bulan. Seperti yang dijelaskan oleh ScinceLine, tarikan gravitasi yang dihasilkan oleh Bulan akan menimbulkan tonjolan air disekitar bagian tengahnya. Dengan begitu kutub akan memiliki air lebih sedikit bila dibandingan dengan daerah di khatulistiwa. Sebaliknya jika Bumi tidak ada Bulan maka air akan menyebar dan menuju ke kutub yang dangkal.

4. Dampak yang terakhir jika Bumi kehilangan Bulan adalah berbagai bencana yang akan timbul seperti adanya badai, dsb, serta dapat mempengaruhi berbagai sektor kehidupan manusia di Bumi. Bayangkan saja kita mengalami musim yang tidak menentu dan memiliki hanya beberapa jam malam dan hanya beberapa jam siang saja.

Itulah akibat2 yg akan dialami Bumi seandainya tidak ada Bulan sebagai Satelit Alaminya.

Semoga artikel diatas bisa menambah wawasan kalian :)